Contoh perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Contoh perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Pajak sangat besar perannya dalam pembangunan nasional maupun daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara dalam mendanai pengeluaran-pengeluaran negara maupun daerah. Pajak di pungut dari masyarakat sebagai wajib pajak, namun manfaatnya tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat itu sendiri. Pajak bersifat memaksa, karena pelaksanaannya didasarkan pada undang-undang.
Pada tulisan sebelumnya telah membahas mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dalam tulisan ini akan membahas tentang contoh perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) itu sendiri.

Dalam tulisan sebelumnya telah diketahui bahwa tarif PPN adalah 10% x dasar pengenaan pajak sedangkan tarif PPnBM berkisar antara 10%-75%.

Pada saat impor
PPN = 10% x nilai impor
PPnBM = tariff x nilai impor
Jumlah yang dibayar importer = nilai impor + PPN + PPnBM
Nilai impor = harga impor + bea masuk

Pada saat penyerahan dari pabrikan
PPN = 10% x harga jual
PPnBM = tariff x harga jual
Jumlah yang dibayar pengusaha besar = harga jual + PPN + PPnBM

Pada saat penyerahan dari pengusaha besar ke agen dan seterusnya:
PPN = 10% x (harga jual – PPnBM)
Jumlah yang dibayar agen = harga jual + PPN

Contoh perhitungan 1 :
PT Sun Profit selaku importir mengimpor 10 unit mesin senilai USD 10.000 atas kegiatan impor ini terutang bea masuk 50%, PPN 10% dan PPnBM 20%. Jika pada saat transaksi nilai tukar rupiah adalah 1USD = Rp 5000
a. Berapa nilai impor?
b. Berapa PPn yang terutang?
c. Berapa PPnBM yang terutang?
d. Berapa total biaya yang harus dibayar PT Sun Profit?
e. Berapa harga pokok penjualan 1 unit mesin?

Penyelesaian:
Nilai impor = harga impor + bea masuk
Nilai impor = (10.000 x Rp 5.000) + (50% x Rp 50.000.000)
Nilai impor = Rp 50.000.000 + Rp 25.000.000
Nilai impor = Rp 75.000.000
PPN 10% = Rp 75.000.000 x 10 % = Rp 7.500.000
PPnBM 20% = 20% x Rp 75.000.000 = Rp 15.000.000
Total yang harus dibayar = 75.000.000 + 7.500.000 + 15.000.000 = 97.500.000
Modal 1 unit mesin = Rp 9.750.000

Contoh perhitungan 2 :
Perusahaan PT. Sun Pofit adalah sebagai perusahaan kena pajak melakukan penjualan tunai produk nya kepada PT. Yon yang juga perusahaan kena pajak dengan harga jual sebesar Rp 50.000.000 maka PPN yang terutang jika diketahui tarif pajak nya 10 % adalah :
Tarif pajak x Harga jual = Pajak terutang
10% x Rp. 50.000.000 = Rp. 5.000.000
Maka PPN sebesar Rp 5.000.000 tersebut merupakan pajak keluaran yang dipungut oleh Perusahaan PT. Sun Profit dan merupakan pajak masukan oleh PT Yon.

Contoh perhitungan 3 :
PT. Yon sepanjang bulan juli melakukan transaksi sebagai berikut:
Membeli bahan baku seharga Rp 200.000.000 (pajak masukan)
Membeli bahan pembantu seharga Rp 50.000.000 (pajak masukan)
Menjual hasil produksinya seharga Rp 500.000.000 (pajak keluaran)

Perhitungan 10% x 200.000.000 = 20.000.000 (pajak masukan)
                    10% x 50.000.000 = 5.000.000 (pajak masukan)
                    10% x 500.000.000 = 50.000.000 (pajak keluaran)
Maka PPN yang terutang yaitu sebesar Rp 25.000.000 

Semoga dengan tulisan ini dapat menambah pemahaman anda tentang pajak khususnya mengenai contoh perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan dengan mempelajari cara perhitungan diatas, anda dapat menghitung berapa biaya yang anda keluarkan ketika akan berhadapan dengan pembayaran PPn dan PPnBM anda. Terimakasih sudah membaca tulisan ini ya.

Baca juga:

0 comments



Emoticon